Nyucruk Sejarah Galuh “GALUH HERITAGE”

Kegiatan Siswa-siswi SMK Terpadu Al Hasan Ciamis pada tanggal 26 Juni 2021 adalah mengunjungi Keraton Selagangga yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Ini dalam rangka mengenalkan sejarah kerajaan Galuh di Ciamis kepada para siswa-siswi SMK Terpadu Al Hasan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa-siswi terdiri dari 16 siswi dan 14 siswa.
Tempat pertama yang dikunjungi yaitu Keraton Selagangga yang terletak di Jalan KH. A. Dahlan Ciamis, disana terdapat berlaku peninggalan Kanjeng Prabu yang lebih tahu sejarah Galuh Ciamis.

Baca juga : Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021

Kangjeng Prebu sebagai bupati Galuh yang keenambelas ini paling ternama. Beliau mempunyai ilmu yang tinggi dan merupakan bupati pertama di wilayah itu yang bisa membaca huruf latin. Memerintah dengan berlaku didampingi dengan kecintaannya pada rakyat. Empat puluh tujuh tahun lamanya Raden Raja muda Aria Kusumadiningrat memimpin Galuh Ciamis (1839-1886).

Pemerintah kolonial kala itu sedang menjalankan Tanam Paksa. Sebetulnya di tatar Priangan sejak tahun 1677 sudah dilaksanakan juga apa yang disebut Preangerstelsel atau sistem Priangan yang bersesuaian dengan komoditi kopi. Sampai sekarang terabadikan dalam lagu yang berurai cairan mata yang bunyinya “Dengkleung dengdek, buah kopi raranggeuyan. Ingkeun saderek, ulah rek dihareureuyan”, gambaran seorang wanita yang sedih berkepanjangan karena ditinggal pujaan hati memainkan pekerjaan dalam tanam paksa. Dari Preangerstelsel, di tempat lain dimekarkan diproduksi menjadi Culturstelsel. Jelas di Kabupaten Galuh ini bukan cuma komoditi kopi yang dipaksa harus ditanam olah rakyat, tapi juga nila.

Baca juga : Apa itu SMK

Destinasi yang kedua yaitu mengunjungi pemakaman Jambansari yang merupakan sebuah pemakaman Kanjeng Prebu. Pemakaman Kangjeng Prebu sampai sekarang masih diurus dan dipelihara oleh Yayasan yang dipimpin oleh Toyo Djayakusuma. Sementara waktu ke belakang, sempat terlantar kurang terurus karena tiadanya biaya. Jambansari hampir lenyap terkubur ilalang. Maka didatangilah rumah keluarga Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jakarta yang kala itu dijabat Ir. Radinal Muchtar. Oleh keluarga itu kemudian dilakukan pembenahan dan perbaikan serta diangkat lagi martabatnya. Kebetulan isteri dari Radinal masih menak Galuh Ciamis, keturunan Kangjeng Prebu. Sah masih merasa perlu bertanggungjawab bagi memelihara pemakanam dan komplek Jambansari yang oleh rakyat Galuh sangat dimulyakan.

Berlaku yang sedikit menggores ke dalam rasa dari orang Galuh Ciamis, terutama yang bertempat tinggal di Jalan Selagangga, seputaran komplek pemakanan dan Jambansari, yaitu kala Jalan Selagangga diwakili namanya diproduksi menjadi Jalan K.H. Ahmad Dahlan mengikuti nama pimpinan Nahdlatul Ulama. Oleh sebab itu orang Galuh tetap menyebutnya Selagangga, sebab di situ berlaku peninggalan Kangjeng Prebu yang dirasa telah luhur afal baiknya dalam sejarah Galuh Ciamis. Tanpa mengurangi rasa hormat pada Ahmad Dahlan, mereka menanti bupati bagi mengembalikan nama Jalan Selagangga bagi mengenang Kanjeng Prebu yang memiliki keraton di tempat itu, memimpin Galuh dari sana, bahkan dimakamkannya juga di pemakaman Sirnayasa (Jambansari) Selagangga. (dikutip dari Royal Galuh)

Author

admin

SMK Terpadu Al Hasan berdiri Juli tahun 2017, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Hasan. SMK Terpadu Al Hasan merupakan sekolah berbasis Boardhing School dimana menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren.

Comments are closed.
× Ada yang bisa kami bantu?